Thursday, February 07, 2008

me-Review-kembali

Assalamu'alaikum

Senin, 4 februari 2008. Awal aku memulai kulaih di semester 4. Semester 4? Dalam agendaku, tidak ada kata mengulang. Tapi ternyata, bukan cuma mengulang, tapi menambah! Mengulang 1 matakuliah dan menambah 3 matakuliah untuk menutupi nilaiku yang seperti rantai carbon (C). Yah, kutau ini hanyalah salah satu dampak perbuatanku. Manusia hanya bisa berusaha, Allahlah yang akan menentukan jalan kita seperti apa......kini, rencana tinggal rencana tertinggal bersama waktu yang terus berlalu menambah satu deretan dalam agendaku tertumpuk rapi dalam sebuah file KEGAGALAN. Namun, impian itu tetap harus ada dan diwujudkan ;-) Chayo...

Bersama dalam keheningan malam, aku coba mereview kembali masa² yang telah membentukku menjadi seperti hari ini. Semua tak terlepas dari usaha yang telah aku lakukan. Kesombongan dan KePercayaDiriaN yang membuatku merasa yakin bahwa jalan ini akan menjemputku dalam impian yang seharusnya belum waktunya aku mencapainya. Kesempatan yang mungkin kupandang sebagai moment yang tepat untukku mencapai cita dalam waktu yang singkat. “Atau apalah itu istilahnya....” Namun ternyata Allah berkata lain. Bukan itu kehendakNya... Dia memberikan jalan dengan caraNya sendiri, menggiring sesuai jalan yang kutapaki, membimbing dengan setiap kejadian.... sampai saatnya aku menemukan sebuah bingkisan kenikmatan berupa PROSES yang terbungkus rapi berbuah indah sesuai dengan amal dan caraku membukanya dengan memaknai setiap kejadian yang aku hadapi. Allah sungguh MAHA segala²nya.

Waktu yang kusia²kan, kesempatan yang kuabaikan hingga aku acuhkan kenikmatan yang lain, tak kuhiraukan sapaan dan seolah-olah aku dibiarkan dalam keSombonganku sendiri sampai akhirnya aku jatuh dalam kegagalan dengan ditemani kesedihan dan kekecewaan. Jatuh dalam kegagalan membuatku tersadar bahwa hitam itu gelap, redup itu hanya akan memperlambat jalanku dan warna itu tak hanya hitam hariku tak hanya berhenti di sini. Dengan pelangi kehidupan, kuwarnai hari penuh keindahan dan semangat lagi ;)

Monday, December 31, 2007

Akhir tahun

Assalamu'alaikum

31122007

Tanggal 31 desember 2007, akhir tahun yang menyedihkan. Pasalnya dia jatuh di hari senin atau harpitnas(hari kecepit nasional) jadi semua aktifitas nasional matititiii. Kantor tutup, bank tutup dan beberapa toko juga tutup, karena cuti bersama. Emang sih enak bagi sebagian orang yang sedang liburan, tapi buat orang yang bener² butuh jasa serta fasilitas nasional gimana? Masak harus nunggu? Bayangkan deh, dari sabtu, minggu, senin, selasa, rabu baru buka. Harus nunggu 4 hari. Mo ngeposin surat susah mo ke bank tutup alhasil ya kayak aku tadi, gigit jari di jalan . Emang negara yang aneh….. perasaan di Negara ini banyak PR yang numpuk dan seHarusnya Harus diselesaikan. Tapi gilirannya libur kok sampai turah² ya? Apa gak kurang waktu tuh buat menyelesaikan PR nya? Gak tau ah….

Enaknya jadi petani, pedagang, orang desa dan tinggal di desa (ya memang kePraktisan akan aktifitas tidak maju alias kuper, tapi justru itu yang sekarang langka&perlu dilestarikan, karena keInstan-an itu pada akhirnya akan menjebak manusia menjadi orang PEMALAS. Sebagian orang memang OTAK yang bekerja untuk menciptakan kreatifitasnya, tapi bagaimana dengan orang yang posisinya sebagai konsumen alias pengguna?). back to topic : Aktifitas keseharian di desa gak ada yang libur, gak ada yang kekurangan hari atau kelebihan hari (waktu). Adanya ya pas-pas saja. Aktifitas keseharian tetep jalan, walaupun perkantoran, bank dan instansi² yang lain pada tutup. Mereka melakukan aktifitas/kegiatan dari mereka oleh mereka dan untuk mereka sendiri. Duh senengnya hidup tanpa harus menggantungkan orang lain . Life’s go on….. sampai-samapi kata ayahku, “iki tanggal piro, dino opo to ren, ra sekolah marakke.. sampe lali dino”

mosok sing ngertos dinten ming sing sekolah Yah?” gak gaul ah.. jawabku.

Padahal dalam hatiku, mereka ku kagumi. Hidup terus berjalan, tanpa ada patokan hari dengan tujuan yang pasti. Melalui hari-hari dengan bekerja keras sebaik mungkin dengan belajar dari hari kemarin untuk menuju kesuksesan di masa depan. Buat keluarga mereka, buat anak² mereka supaya sukses. Dan kata ibukku “sing penting iso nyenengke anak, minterke anak…supoyo dadi anak sing soleh lan sholehah supoyo mbesuk iso nggowo ibu’ lan ayah mlebu suargo.” Amiiiiin ibu . Semoga cita² ibu dan ayah terkabulkan. Amiiin .

Monday, December 10, 2007

Malam Jum'at di Masjid Rungkut Jaya.

Assalamu'alaikum
Malam Jum'at di Masjid Rungkut Jaya.

Suatu kali. Beberapa ayat telah dikupas dari berbagai tafsir: Jalalain, Al-Mishbah, Al-Azhar, Adz-Dzikra, Fii Dzilalil Qur'an, dan beberapa tafsir berbahasa Jawa dan Inggris.
"Saya pernah berdoa yang tak biasa, Pak,"
kata Bu Kus membuka sesi pertanyaan.
"Apa itu, Bu Kus?"
tanya Pak Suherman Rosyidi, Sang Ustadz.

"Suatu kali saya berdoa: Ya Allah, jadikan saya isteri yang selalu terlihat cantik di mata suami."
"Doa yang bagus, dong," sergah Pak Ustadz,
"lalu apa yang terjadi?"
"Ya, memang bagus, Pak Herman. Tetapi, esok harinya wajah saya mulai ditumbuhi jerawat yang saya tidak tahu darimana datangnya banyak. Beberapa hari kemudian malah memenuhi seluruh wajah. Saya jadi kebingungan. Akhirnya mau tidak mau saya harus menjalani perawatan kecantikan wajah ke sebuah salon kecantikan, suatu hal yang tidak pernah saya lakukan. Saya harus datang ke tempat itu untuk membersihkan jerawat di muka saya. Berkali-kali. Berhari-hari. Hasilnya tentu saja mengejutkan saya. Wajah saya menjadi lebih bersih dari semula. Lebih cantik."
"Berarti doa ibu dikabulkan sama Allah. Ya nggak?"
"Ya, sih Pak. Tetapi itu belum seberapa, Pak."

"Maksudnya gimana?"

"Saya juga pernah berdoa yang tak biasa, Pak. Doa yang lain."
"Apa itu?"

"Saya berdoa agar Allah menjadikan saya isteri yang setia pada suami."

"Doa yang bagus juga. Lalu apa yang terjadi, Bu?"

"Esok harinya, suami saya jatuh sakit. Tak bias bangun. Ia harus dirawat di rumah sakit. Berhari-hari. Saya mau tak mau harus menungguinya selama terbaring itu. Saya bahkan sampai merasa itu semua seperti ujian bagi saya. Ujian terhadap kesetiaan saya, apakah saya tetap setia pada suami apa tidak. Saya seketika teringat akan doa yang pernah saya panjatkan sebelumnya."

"Berarti doa ibu dikabulkan sama Allah. Ya nggak?"
"Ya, sih, Pak."
"Lalu sekarang, pertanyaannya Ibu apa?"

"Bukan pertanyaan, Pak."
"Lalu apa?"

"Sekarang ini, saya justru merasa takut untuk
berdoa. Gimana ini?"

***

"Apakah Tuhan memberikan apa yang engkau harap dengan mengantarkannya dalam bungkusan yang indah?"
Neno Warisman pernah bertanya demikian pada sebuah acara di televisi, mengutip pernyataan seorang pakar yang aku lupa namanya.

"Tidak!" lanjut Neno. "Tuhan tidak mengantarkan apa yang engkau minta dalam sebuah bungkusan yang menarik lagi indah. Bahkan Ia mengantarkannya dalam bungkusan yang jelek, ruwet, carut-marut, dan kelihatannya sukar untuk dibuka.

Pertanyaannya adalah: mengapa?"

"Itu tidak lain karena Ia ingin melihat bagaimana engkau membuka bungkusan itu dengan penuh kesabaran, telaten, bersusah-payah lapis demi lapis, sedikit demi sedikit, terus, terus, dan terus. Tak pernah berhenti apalagi berpaling. Hingga pada akhirnya bungkus terakhir terbuka dan engkau mendapatkan sesuatu yang engkau harapkan ada di dalamnya."

Bukankah Allah pasti akan mengabulkan apa yang hamba-Nya pinta? Kuncinya kalau begitu adalah: jangan pernah berhenti memuja. Jangan pernah berhenti berharap.

Allah tidak tidur.
Allah mahamengetahui.
Allah mahamendengar.
Dia maharahman dan rahim.

Sungguh tak ada yang sepatutnya kita lakukan kecuali selalu berprasangka baik pada setiap pemberian-Nya. Entah nikmat, entah musibah. Karena musibah pun mungkin hanyalah bungkus belaka; yang selayaknya kita yakini bahwa itu semua hanya karena Ia ingin melihat kita membukanya dengan sepenuh cinta.

Sumber EMAIL : SEORANG SAHABAT

Sunday, December 09, 2007

Tangyakan pada dirimu sendiri

Assalamu'alaikum..........

9 Desember'07
Tangyakan pada dirimu sendiri
Apa yang membuatmu sedih?
Jawab: kegagalan
Gegagalan dalam hal apa?
Jawab: kegagalan karena tidak bisa meraih apa yang aku inginkan
Apa kau sadar kalau gagal dalam satu hal, bukan berarti gagal dengan hal yang lain?
Jawab: iya aku tau itu. Tapi tetep saja itu adalah suatu kegagalan dan itu sangat sakit 
Apakah kamu sedih jika temanmu lebih berhasil dariapda kamu?
Jawab: aku ikut senang melihat teman sukses, tapi pastilah sedih itu ada.
Apakah kamu akan sesedih ini jika kamu tidak bertemu langsung dengan seseorang yang lebih berhasil denganmu?
Jawab: tidak tahu....

Mungkin kesedihan, kekecewaan bukan hal yang besar jika kamu bisa menerima kemenangan orang lain. Mungkin kamu merasa sedih manakala melihat orang lain berhasil karena hal itu akan mengingatkan kegagalanmu. Tapi seharusnya dari situ, kamu bisa mengoreksi diri sendiri, melihat kesuksesan yang akan kamu raih lebih dibandingkan mereka. Karena kesuksesan yang mereka dapatkan belum tentu cocok dengan kepribadian atau keahlian yang kamu miliki. Kamu gagal di satu hal, tapi akan berhasil di lain hal. Manusia tidak ada yang sempurna…. Manusia juga tidak bisa membuat dirinya sempurna. Hanya Allah yang akan memberikan kamu keistimewaan dibandingkan dengan orang lain. Syukuri apa yang telah engkau dapatkan. Jalanlah kedepan, gapai citamu yang lain yang lebih baik. Lalui tiap langkah dengan makna, dengan syukur, dengan iklas. Lihat orang-orang disekelilingmu sebagai cermin diri untuk hidup lebih baik. Masa lalu untuk dikenang dengan penuh makna & pelajaran, masa kini untuk dijalani dan masa depan untuk dikejar. Bolehlah sesekali kita melihat spion untuk sekedar menengok kebelakang, tapi janganlah terpaku padanya karena bisa-bisa kita akan jatuh (dubrag....!). Iya, masa lalu bolehlah kita ambil untuk pelajaran, tapi harus ingat bahwa masa depanlah yang di depan kita untuk dikejar.

semblandesember

Assalamu'alaikum

Mungkin inilah puncak kesedihanku. Semuanya terasa berat…
Ingin berlari tapi dia selalu mengikuti.
Ingin mendekat, hati terasa berat menghadapi.
Ingin nangis, keadaan tak mengijinkanku untuk menurutinya.
Kepalaku penat, penuh, sakit, dadaku juga sesak.....
Kata orang, kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Tapi kenapa kegagalan itu terasa sakit?
Kata orang, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Tapi kenapa kegagalan ini membuatku semakin jatuh dan terjerumus dalam kesedihan?
Aku tlah coba berfikir positif, meninggikan semangatku untuk cita yang kuimpikan, untuk semangat yang ku butuhkan. Aku juga tlah coba untuk metulis beberapa kalimat di secarik kertas, kusiapkan diri dengan hati galauku untuk menyemangati diri. Namun perasaan ini tetap saja menghantuiku.
Kutundukkan kepalaku, kupejamkan mataku seraya berucap, Allah... ijinkan aku melalui hari-hari yang tlah Kau anugrahkan kepadaku ini dengan semangat untukMU dan karenaMU. Ku hanya ingin ridhoMU, supaya langkah ini terasa ringan, hari ini terasa indah. Tak lagi ada kesedihan bahkan kekecewaan. Iklaskan hati ini untuk menerima apapun kehendakMU.
Allah punya rahasia dibalik semua ini.

Saturday, December 08, 2007

Siang menjelang ashar... :-)

Assalamu'alaikum

Hmm sepulang dari walimahan temen, rasanya pengen terus maen keluar. Bingung² mo kemana, akhirnya nyangkut di warnet. Berharap ketemu seseorang (eh beberapa orang dink :-D) di YM tapi ternyata gak ol. Hiks.... nulis blog ah, lama gak bukak :-)
Gak kerasa hari-hari tlah begitu cepat berlalu. Masa lalu untuk dikenang masa sekarang untuk dihadapi dan masa depan untuk dikejar. 5 tahun di jogja, begitu cepat.... Berharap sebentar lagi meninggalkan jogja, tapi berat juga karna sudah banyak kisah terukir menjadi kenangan. Gak gampang untuk menjadi teman bahkan sahabat yang baik & setia.
Yah, dijalani aja apa yang ada sekarang, ciptakan suasana yang terbaik karna nantinya hari ini akan menjadi hari lalu di hari depan.

~~3:32 pm~~

Thursday, September 20, 2007

Noname

Assalamu'alaikum
Sekarang sudah memasuki ramadhan ke-5 selama aku di Jogja. Awal Ramadhan tidak ada hal yang berarti dalam hal fisik (tidak makan dan minum dalam waktu yg lama dah menjadi kebiasaan, tapi masalah menahan nafsu, masih belum bisa terkontrol.... Kata pak ustad di bulan puasa setan² terpenjara, jadi tiap ada bisikan serta perbuatan yang maksiat itu bukanlah perbuatan setan melainkan nafsu yang ada pada diri manusia.
Walau semangat diawal Ramadhan terasa lain namun kurasa beda dari tahun² yang lalu. Apa ya yang membuat beda??
Hari ini, tepatnya ramadhan ke-8 terasa lebih berat dari hari-hari sebelumnya. Susahnya menata hati, susahnya merasakan kepekaan, susahnya melepaskan keiklasan...
Duh Gusti, sore ini aku sedikit terbuka akan pertolonganmu. Ternyata tak semua orang itu egois, tak semua orang itu menjauh dari keadaan. Memang bener kata temenku sekamar "bul, mintalah kemudahan... semoga semua berjalan lancar dan terbaik" . Makasih teman, kata itu kini terbuktiiiiii :-)

Tuesday, August 21, 2007

Menghitung hari...

Assalamu'alaikum..
Tinggal 2 minggu lagi rihlah ke Taman Sari berakhir. beberapa moment yang mungkin akan menjadi kenangan di waktu tua kelak... cieee hehehe
KKN di Taman sari.... Kraton Jogja... banyak nian kenangannya.