Thursday, August 10, 2006

Satu rasa yang muncul disaat yang tidak tepat


Satu rasa yang muncul disaat yang tidak tepat.

Indah, penuh semangat ku lalui hari-hari, tanpa beban yang aku rasakan. Namun diam-diam dalam kalbuku berontak teriak. Otakku satu persatu mengeluarkan semua pikiran-pikiran positifnya tanpa rasa dan penuh logika. Kusemakin terdiam, memojok disudut ruang hati yang penuh noda. Dia tunjukkan satu persatu lafal yang pernah ku lisankan, berontak dengan kata-kata yang pernah ku bacakan, perulangan-perulangan memory satu persatu menyayat menggores kembali.... Semuanya solah-olah protes minta pertanggung jawaban dan pembuktian nyata.
Perlahan ku tata lagi, hati yang telah teracuni oleh rasa sendiri yang berhukum haram jika terus ku biarkan. Walau awalnya emang sulit….
Bermula dari biasa, menjadi lain dari biasanya, dan ku coba untuk kembali ke biasa lagi. Ternyata tidak mudah mengembalikan ke hal yang biasa itu sejak ada hal yang lain dari biasa. Seperti mengubur kembali keindahan yang telah manis terajut, seperti mencicip manisnya buah yang tak layak untukku makan sekarang, karena adanya kelalaian hati, karena ada hal yang tak layak muncul, karena waktu masa depan muncul di waktu sekarang.... Harus, musti dan harus aku bangun dari semua ini, kembali ke masaku lagi..hilangkan mimpi indah yang tak layak ku lihat sekarang.... Walau terasa berat mata terpejam, terasa berat kaki melangkah.....
Di sepertigaMU ku mulai membuka hati, mengetuk indahnya pintuMU memohon pertolongan untukku bisa lepas dari hati ini, meminta hanya kepadaMU untuk menutup kembali mimpi-mimpi ini... ku mohon ampunMU atas kelancanganku mendahului kehendakMU.... satu rasa yang muncul disaat yang tidak tepat.
Bismillah.... Dengan petunjukMU
Ku mulai masuk ke hatiku, kumulai telusuri kebenaran dan kumulai cari
Dengan asmaMU.. ku rajut kembali hariku, ku bangkitkan semangatku, ku semaikan mimpiku, tanpa kuhiraukan hati itu untuk ku petik kembali di masa depanku....
Semoga engkau di sanapun demikian...

Mengemis Kasih (Agus Idwar)
Tuhan dulu pernah aku menarik simpati
Kepada manusia yang alpa jua lupa
Lalu terseretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi kian parah
Semalam sudah sampai kepenghujungnya
Kisah beribu duka kuharap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali kerap dosa yang mengiris hati
Tuhan dosaku menggunung tinggi
Tapi rahmatMU melangit luas
Harga selautan syukurku hanyalah setitik nikmatMU di bumi
Tuhan walau tobat sering kuungkit
Namun pengampunanMU tak pernah berhenti
Bila selangkahku datang padaMU seribu langkah KAU datang padaKU

Cinta sejati hanya milik Allah…cinta yang ada di dunia hanyalah maya dan semu adanya. Kecuali mereka yang telah mewarnainya dengan indah dan sucinya cinta Illahi, cinta yang tumbuh dari jiwa yang hanya ingin rodho dariNya. Sedangkan cinta yang dibungkus rapi dengan kata tanpa ikrar suci ridho Illahi, isi yang sebenarnya hanyalah nafsu dan hanya ke-aku-an semata. Hingga tak jarang diakhiri dengan kelalaian manusia, dimana titik kebosana suatu hubungan terasa di depan mata. Cinta itu luas tapi cinta itu juga sempit. Sempit karena cinta yang hakiki hanyalah satu untuk Allah semata dan dampak yang dihasilkan adalah cinta yang luas melebihi apapun, cinta terhadap ortu, cinta terhadap sesama hingga nantinya terwujud kesegala aspek.
Cinta sejati hanya milik Allah….hingga tercermin kedalam sikap serta laku.
Wallahu’alam bishowap
deJava, July'06

No comments: