Monday, July 24, 2006

Sayangku

Ibu, rindu ini memuncak lagi. Wajah ibu dan ayah silih berganti menghiasi renungan malamku. Kulihat ibu dengan senyum do’anya tercurah untuk kami dan ayah dengan semangat wibawanya menuturkan pahit manisnya hidup. Ku teringat lagi, terakhir kita bertemu kalit tua sudah kulihat disetiap sudut wajah ibu dan ayah. Rasa rindu ini semakin melambung tinggi.
Ibu, do’a sucimu bagai bisa selalu ampuh. Kuingin menjadi seseorang yang selalu ada di dalam do’a-do’a yang engkau lantunkan disetiap hirup nafas yang engkau hempaskan. Aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang selalu engkau berikan padaku, Ayah. Tutur dan nasehat-nasehat Ayah, bagai api yang selalu mengobarkan semangat juangku. Tak kan ku biarkan api ini cepat padam, kujaga dari tiupan angin yang senantiasa mengganggunya.
Ibu, Ayah, ku selalu haus dengan semua ini. Tak mungkin aku bisa berdiri sendiri dengan kedua kakiku yang lemah ini. Semangat dan do’a itu selalu ku butuhkan untuk mengisi kekosongan batinku. Kebahagiaan kalian adalah dambaan kami, senyum kalian adalah benih kejiwaan kami,
Karena Restu kalian adalah restu Allah. Ya Allah, cintailah mereka seperti mereka mencintai kami di waktu kecil, sayangilah mereka seperti mereka menyayangi kami dengan perhatian dan sentuhan kasih sayang yang selalu mereka berikan. Tak mampu kami membalas semua yang telah mereka berikan kepada kami, kami hanya bisa berusaha memenuhi harapan dan keinginan yang mereka utarakan walau hanya terlantun lewat sorot mata dan sentuhan lembut tangan mereka. Serta do’a kami Semoga Allah sajalah yang membalas itu semua dengan Surga. Amin :-)

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik)
kepada orang tua ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya
dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah,..."
(QS Luqman:14)

No comments: