Sunday, June 18, 2006

Entah apakah ini namanya...

Saat tiba di persimpangan jalan, sulitnya menelusuri satu jalan menapak sebuah keseharusan. Bukan tentang bagaimana merasakan keletihan ataupun kebosanan, apalagi sebuah keengganan merajut lembaran baru, namun bukan pula keindahan sebuah impian dalam benak dan bayangan, mungkin ada sesuatu yang lain tersembunyi dibalik tabir masa depan. Entah apakah itu?? entahlah... Fenomena baru yang harus dipecahkan dan dilawan jika dia mampu merenggut keceriaan, namun sepertinya ini tidaklah layak untuk dinamakan sebuah fenomena baru. Bukankah seharusnya tidak perlu lari, mendekat ataupun menjauh??? Justru bukannya itu menunjukkan sebuah kebimbangan??
Di saat bayang-bayang mentari pagi mulai memasuki celah kehidupan, sebuah semangat baru terasa nyaman masuk mengikuti irama alunan jiwa. Begitu indah, sesejuk embun selembut kalbu dan entah seindah apa itu namanya? namun semangat seperti itu mampu mengurai serat-serat pahit sebuah pilihan, sebuah jalan, sebuah langkah kemenangan yang bukan saat ini namun suatu saat nanti di pertengahan jalan, dipersimpangan jalan baru atau bahkan diujung jalan... walaupun ujung jalan yang tak pernah berujung dalam menghiasi indahnya hidup dan cerianya sebuah kemenangan. Kemenangan akan memerangi sebuah ego, kemenangan melawan sebuah bingkai ketakutan.
Sinar itu begitu indah... walau remang-remang namun mampu menerangi gelapnya jiwa sehingga tampak jelaslah kekosongan yang ada. Terlalu terang akan menyilaupan mata, namun terlalu redup akan menyamarkan isi daripadanya. Dia juga mampu menunjukkan kemana arah langkah itu, dengan tanpa melupakan betapa perlunya sebuah isi dari kekosongan. Tapaknya begitu lugas, jejaknya begitu tegas, mampu membaca dan mudah terbaca bagi mereka yang dengan keterbukaan hati melihat sepercik sinarnya itu. Wanginya seharum melati yang dengan tegas menunjukkan jati dirinya.
Kebimbangan, kesedihan, akan menutup pori-pori yang akan menghalangi masuknya sinar yang begitu sejuk dan nyaman...Namun, nikmatnya sebuah karunia, indahnya sebuah kehidupan, bahagianya sebuah keseimbangan, sejuknya sebuah ketulusan meleburkan kekakuan, mencairkan bekunya es dengan kehangatan sinarNya......
deJava, 18 Juni 2006

No comments: